ANJANGSANA ISTIGHOSAH OSIS MADANIYAH
*Istighotsah , maknanya adalah meminta al-ghouts (pertolongan) di saat susah atau menghadapi musibah. Sedang tawassul adalah seorang hamba mencari jalan menuju Allah dengan berdoa kepada Allah sambil menyebutkan nama atau sifat-Nya, menyebut amal sholihnya, atau doa orang lain. Jadi, tawassul adalah ibadah yang tetap kita minta dan hadapkan kepada Allah, bukan kepada wali-wali atau orang sholih.*
*Para pembaca yang budiman, istighotsah adalah salah satu diantara jenis-jenis doa, sedang doa adalah ibadah sebagaimana telah kami jelas dalam edisi-edisi lalu. Jika doa adalah ibadah, maka doa tak boleh dihadapkan dan dipersembahkan kepada selain Allah, sebab itu adalah kesyirikan. Bahkan doa hanya kepada Allah saja!!!*
*Jadi, meminta pertolongan kepada Syaikh Abdul Qadir Jailani di kala susah adalah perbuatan kesyirikan yang diharamkan oleh Allah -Azza wa Jalla- dan Nabi – Shallallahu alaihi wa sallam-.*
*Seseorang jika mendapatkan kesusahan berup penyakit, kemiskinan, kesempitan hidup, stress, trauma, ketakutan, paceklik, badai, musibah, kegagalan, dan lainnya, maka hendaknya ia berdoa kepada Allah yang menghilangkan segala kesusahan. Jangan berdoa kepada makhluk dalam menghilangkan kesusahan-kesusahan itu. Sebab makhluk lain juga sama lemahnya dan butuhnya kepada Allah. Karenanya, tak layak berdoa.dan memohon pertolongan kepada makhluk dalam menghilangkan kesusahan dan musibah yang tak mampu ditangani oleh makhluk!!*
Allah –Ta’ala – berfirman,
*_“Dan janganlah kamu menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim. *Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.* Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”._*(QS. Yunus : 106-107)
*Ahli Tafsir Negeri Yaman , Al-Imam Asy-Syaukaniy –rahimahullah* – berkata saat menafsirkan ayat ini, _“Maknanya, bahwa Allah -Subhanahu-, Dia-lah Yang Memberi mudhorot dan manfaat. Jika Dia menurunkan pada hamba-Nya suatu mudhorot (musibah), maka tak ada seorang pun yang mampu menghilangkan (menolak) musibah, siapapun orangnya. Bahkan Dia (Allah)-lah yang khusus mampu menghilangkannya, sebagaimana halnya Dia yang secara khusus menurunkannya”._ [LihatFathul Qodir Al-Jami’ baina Fannai Ar-Riwayah wa Ad-Diroyah min At-Tafsir (3/412)]
*Di dalam ayat itu Allah menerangkan bahwa seorang yang berdoa memohon pertolongan kepada makhluk, baik di kala susah atau senang adalah orang yang zalim. Orang yang memalingkan doanya kepada makhluk, berarti ia telah menempatkan doanya bukan pada tempatnya, yakni bukan pada Allah. Inilah yang disebut “zhalim” , sebab kezhaliman adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.*
*Sebagian ulama menjelaskan bahwa ayat ini ditujukan kepada Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam- . Nah, jika Nabi – Shallallahu alaihi wa sallam- saja berdoa kepada selain Allah bisa menjadi zhalim dan musyrik (walaupun itu tak mungkin terjadi), maka kita yang bukan nabi dan bukan pula rasul Allah lebih pantas takut dan waspada terhadap kesyirikan.* [Lihat At-Tamhid li Syarh Kitab At- Tauhid (hal. 182)]
*Ini merupakan peringatan keras buat kiyai-kiyai dan ustadz yang biasa memimpin massa dalam ber- istighotsah kepada selain Allah -Azza wa Jalla- saat musibah dan kesempitan melanda umat. Makhluk yang kita tempati bermohon (semisal, *Syaikh Abdul QodirJailani, Wali Songo, Nyi Roro Kidul , dan lainnya),*
*maka mereka semua adalah makhluk yang lemah, tak mampu memberi rejeki, dan pertolongan. Jika kalian menyangka bahwa mereka mampu menolong kalian.memenuhi hajat kalian dan menolak bala dari kalian, maka ini adalah sangkaan batil dan kedustaan di hadapan Allah.Inilah yang dimaksud oleh Allah dalam firman-Nya,*
*_“Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah, itu adalah berhala, dan kalian telah membuat kedustaan. Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah, itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintala rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan”._*(QS. Al-Ankabuut : 17)








Komentar
Posting Komentar